JiFFest Closing Press Release
Wednesday, 10.12.08 - 06:39


10th Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2008

Dalam tahun penyelenggaraannya yang ke-10, Jakarta International Film Festival (JiFFest) diselenggarakan dari Desember 5-9, 2008. Tidak kurang dari 138 judul film dari 24 negara ditayangkan di gedung baru Platinum XXI fX Lifestyle Center, Blitz Megaplex di Grand Indonesia, Kineforum di Taman Ismail Marzuki, dan di pusat-pusat kebudayaan GoetheHaus, Istituto Italiano di Cultura, Japan Foundation dan Erasmus Huis.

Krisis keuangan global yang masih berlangsung mendorong JiFFest untuk memperpendek panjang festivalnya menjadi setengah. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlangsungan festival. Namun walau dengan jumlah hari dan lokasi yang terbatas, JiFFest berhasil mendatangkan 28,068 penonton dari jumlah seluruh penayangan dan event JiFFest. Angka ini menunjukkan rata-rata kehadiran 90% dari total kapasitas tempat duduk sejumlah 31,104 bangku.

Penjualan tiket cukup menjanjikan tahun ini, penonton berbondong-bondong menonton film-film JiFFest ketika tanggal penyelenggaraannya bertepatan dengan liburan akhir pekan panjang (long weekend) dikarenakan hari libur nasional. Secara khusus, penonton sangat antusias untuk menonton Drupadi, sebuah kisah 45 menit bertema mitologi Jawa karya Riri Riza dan dibintangi bintang-bintang lokal Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Film ini menjalani premiere dunianya di JiFFest tahun ini. Seluruh tiket yang tersedia untuk empat kali penayangannya terjual habis dalam dua hari pertama penjualannya!

Film-film populer yang mendapatkan kehadiran full-house antara lain Captain Abu Raed, Burn After Reading (opening film), Vicky Cristina Barcelona (closing film), Tropa de Elite, The Edge of Heaven, Bienvenue Chez les Ch’tis, dan film-film yang dihadiri sutradara atau pemerannya saat penayangannya seperti Khuda Kay Liye (sutradara, Khan Shoaib Mansoor), The Man Who Loved Yngve (aktor, Kristian Larsen dan Arthur Berning), dan Donkey in Lahore (sutradara, Faramarz K. Rahber).

JiFFest terus memperkuat posisinya di Asia Tenggara dengan section “A View from the SEA”, sebuah section yang didedikasikan untuk penayangan film-film kontemporer Asia Tenggara. Sutradara-sutradara yang memperkenalkan film mereka di section ini termasuk Aditya Assarat (Wonderful Town, Thailand), Azharr Rudin (Punggok Rindukan Bulan, Malaysia) dan Adolfo Alix Jr. (Kadin, Filipina).

Diluar penayangan-penayangan ini, fringe events JiFFest tahun ini mendapat sambutan hangat dari penonton seperti pada “Film Criticism Master Class” dengan Russell Edwards (Variety, Australia), “Film Animation Master Class” yang diikuti Retrospective Screening oleh keynote speaker Taku Furukawa (Jepang), dan “Camera for Documentary Master Class” dengan pemenang Sundance Leonard Retel Helmrich. Tiga panel diskusi mengenai pembuatan film diselenggarakan yaitu “Producers Panel” dengan Lorna Tee (Hong Kong) dan Sozho Ichiyama (Japan); “South East Asian Film Industry Panel”, yang mengamati hubungan yang mulai muncul antara kepercayaan spiritual dan kehidupan urban dalam sinema Asia Tenggara kontemporer dengan pembicara Agung Hujatnikajenong (art curator, Indonesia), Yuni Hadi (festival programmer, Singapura), Aditya Assarat (sutradara, Thailand), dan Adolfo Alix, Jr. (sutradara, Filipina); dan sebuah diskusi mengenai kebangkitan industri film Indonesia yang menampilkan pemain-pemain signifikan dalam industri kreatif Indonesia seperti Mari Pangestu (Menteri Perdagangan), Ukus Kuswara (Direktur Depatemen Film, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata) dan Mira Lesmana (produser film).

Di luar dugaan, JiFFest ke-10 tahun 2008 berhasil mengatasi permasalahan-permasalahannya dan mendapatkan tanggapan positif dari para penonton. Festival tahun depan direncanakan untuk mulai tanggal 5 Desember.


10th Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2008
Indonesian Feature Film Competition

Pendahuluan
Untuk ketiga kalinya, JiFFest dengan bangga mempersembahkan Indonesian Feature Film Competition (kompetisi film panjang Indonesia) selama masa pertunjukannya tanggal 5-9 Desember 2008. Dari 84 film Indonesia yang memenuhi kriteria penyertaan dan ditayangkan di bioskop umum dari 1 Oktober 2007 hingga 30 September 2008, sepuluh film telah terlebih dahulu dipilih diikut-sertakan dalam kompetisi untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 Juta untuk Best Director (sutradara terbaik) dan Rp 25 Juta untuk Best Indonesian Feature (film Indonesia terbaik), berbentuk voucher dari PT. Elang Perkasa Film untuk kedua kategori. Sepuluh film tersebut yaitu::

  1. Fiksi. (Fiction.) Disutradarai oleh Mouly Sourya.
  2. Get Married. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo
  3. In the Name of Love. Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo.
  4. Laskar Pelangi. Disutradarai oleh Riri Riza.
  5. LoVe. Disutradarai oleh Kabir Bhatia.
  6. May. Disutradarai oleh Viva Westi
  7. Mereka Bilang Saya Monyet! (They Say I’m a Monkey!) Disutradarai oleh Djenar Maesa Ayu.
  8. Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus). Disutradarai oleh Fatimah T. Rony, Upi, Nia Dinata, Lasja F. Susatyo.
  9. Quickie Express. Disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat.
  10. Radit & Jani. Disutradarai oleh Upi.

Anggota dewan juri internasional dalam kategori ini yaitu Paolo Bertolin (Italia, pengarah program, Udine Far East Film Festival, Venice Film Festival), Russel Edwards (Australia, kritikus film, Variety) dan Rudi Tjio (Jerman, pembeli dan distributor film).

Jury Statements and List of Winners
After extended and intense discussion, a majority decision was reached by the international jury in both categories:

Pernyataan Juri dan Daftar Pemenang
Setelah diskusi yang panjang dan intensif, sebuah keputusan mayoritas diambil oleh dewan juri dalam kedua kategori:

Best Director
Untuk anugerah Best Director award, kami memilih  Mouly Surya (Fiksi.) untuk pendekatannya yang inventif dan elegan terhadap genre thriller.

Best Feature
Untuk anugerah Best Feature, juri internasional memilih Quickie Express untuk campuran humornya yang hidup dan mengena, yang terkombinasikan dengan penuh keahlian bersama dengan struktur naratif yang mapan dan sebuah kualitas profesional yang dapat dibandingan dengan baik dengan sinema komersil internasional..

10th Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2008
Script Development Competition

Pendahuluan
Kini di tahunnya ke-4, JiFFest Script Development Competition (JSDC) Workshop diselenggarakan dari 6-7 Desember 2008 di Hotel InterContinental Midplaza Jakarta.

The short-listed participants developed their submitted ideas under the guidance of the following experts: Leonard Retel Helmrich (Netherlands, documentary), Salman Aristo (Indonesia, short fiction), and Miguel Machalski (France, feature fiction).

Peserta-peserta terpilih telah mengembangkan ide-ide mereka masing-masing di bawah bimbingan para ahli berikut: Leonard Retel Helmrich (Belanda, dokumenter), Salman Aristo (Indonesia, fiksi pendek), and Miguel Machalski (Perancis, fiksi panjang).

Juri
Documentary Script Category:
- Chandra Tanzil (sineas dokumenter/produser, Indonesia)
- Retno Shanty Ruwyastuti (wakil editor utama, dokumenter, Metro TV, Indonesia)

Short Fiction Script Category:
- Jay Subiyakto (sutradara, perwakilan Astro Kirana, Indonesia)
- Rusli Eddy (pengarah festival, Indonesia)

Feature Script Category:
- Gertjan Zuilhof (perwakilan Hubert Bals Fund, International Film Festival Rotterdam, Belanda)

Pemenang
Documentary Script Category:
- “Saya Seorang Pengemis” (I am a Beggar) oleh Rangga Kusmalendra.

Pemenang mendapatkan Rp 25 juta untuk biaya produksi proyek.

Short Fiction Script Category:
- “Malam Pengantin” (Night of the Bride) oleh Fitrah Hardigaluh.
- “Sang Guru” (The Teacher) oleh Azwar.

Para pemenang mendapatkan Rp 75 juta untuk kepentingan produksi naskah-naskah pemenang. Hadiah dipersembahkan oleh Astro Kirana.

Feature Script Category:
- “Anjing-anjing Jalanan” (Sidewalk Dogs) oleh Tumpal Christian Tampubolon.

Pemenang mendapatkan Rp 50 juta untuk biaya perampungan naskah. Hadiah dipersembahkan oleh Hubert Bals Fund, International Film Festival, Rotterdam

Hubert Bals Fund juga ingin memberikan sebuah Special Mention (Feature Script Category) kepada:
- “Hari-hari Sofa Merah Marun” (Days of Red Maroon Sofa) oleh Yosep Anggi Noen.